Bab 14: Business Development Study Case

Learning Objectives

Setelah mempelajari bab ini, peserta diharapkan mampu:

  • Memahami bagaimana proses Business Development diterapkan secara terintegrasi dalam situasi kerja nyata
  • Menganalisis kebutuhan calon klien berdasarkan informasi yang tersedia maupun yang tergali saat meeting
  • Menentukan strategi pendekatan yang tepat berdasarkan karakteristik target pasar
  • Menyusun langkah Business Development dari awal hingga akhir sebagai satu kesatuan alur
  • Menggunakan checklist sebagai alat bantu memastikan kesiapan sebelum menjalankan aktivitas Business Development

Studi Kasus B2B (Business to Business)

PT Digital Solusi Indonesia merupakan perusahaan yang menyediakan layanan digital marketing untuk berbagai jenis bisnis. Selama ini, portofolio klien mereka didominasi oleh bisnis ritel dan kuliner, dengan pengalaman yang cukup matang dalam menangani kebutuhan pemasaran digital di kedua sektor tersebut.

Perusahaan ingin mendapatkan klien baru dari industri manufaktur yang selama ini belum pernah menjadi target pasar utama. Keputusan ini muncul setelah tim internal menyadari bahwa banyak perusahaan manufaktur skala menengah masih mengandalkan cara pemasaran konvensional, sementara persaingan yang semakin ketat membuat sebagian dari mereka mulai mempertimbangkan kanal digital.

Sebagai Business Development, Anda diminta menyusun strategi untuk membuka peluang kerja sama dengan perusahaan manufaktur tersebut. Tantangan utama dalam kasus ini bukan sekadar menjual layanan yang sudah ada, melainkan menyesuaikan pendekatan untuk industri yang karakteristiknya cukup berbeda dari pengalaman perusahaan sebelumnya.

Analisis Awal

  • Mempelajari profil perusahaan, termasuk skala bisnis, produk yang dihasilkan, dan posisi mereka di pasar manufaktur
  • Memahami industri manufaktur secara umum, termasuk tantangan khas yang biasa dihadapi sektor ini
  • Mengidentifikasi kebutuhan yang mungkin dimiliki, berdasarkan pola umum di industri sejenis
  • Menentukan pengambil keputusan (decision maker), mengingat perusahaan manufaktur sering memiliki struktur organisasi yang lebih hierarkis
  • Menyiapkan solusi yang relevan, disesuaikan dengan karakteristik industri manufaktur

Riset awal ini konsisten dengan prinsip menentukan target prospek yang sudah dibahas di Bab 5. Sebagai contoh konkret, pesan pendekatan yang biasa digunakan untuk pemilik kafe, yang cenderung informal, kemungkinan besar tidak akan efektif untuk manajer pemasaran di perusahaan manufaktur, yang biasanya lebih formal dan perlu melibatkan persetujuan dari atasan.


Menyusun Strategi Business Development

  1. Menyusun daftar perusahaan manufaktur skala menengah sebagai target awal
  2. Melakukan riset kecil terhadap kehadiran digital masing-masing perusahaan target
  3. Menyiapkan materi pendekatan yang disesuaikan dengan konteks manufaktur
  4. Menentukan kanal pendekatan yang paling sesuai, kemungkinan besar melalui LinkedIn
  5. Mempersiapkan diri untuk siklus penjualan yang lebih panjang dibanding industri sebelumnya

Strategi yang terstruktur membantu Business Development bekerja lebih sistematis dan meminimalkan peluang yang terlewat. Poin kelima soal siklus penjualan yang lebih panjang perlu mendapat perhatian khusus, karena dampaknya bukan hanya soal kesabaran, tetapi juga soal bagaimana target dan ekspektasi ditetapkan secara internal.


Simulasi Analisis Kebutuhan Klien

Misalkan setelah pendekatan awal berhasil, Business Development mendapatkan kesempatan meeting dengan salah satu calon klien manufaktur, sebuah perusahaan yang memproduksi komponen otomotif. Saat meeting, calon klien menyampaikan beberapa informasi berikut:

  • Penjualan mulai melambat dalam enam bulan terakhir
  • Website perusahaan jarang diperbarui
  • Belum memiliki strategi digital marketing yang terstruktur
  • Ingin mendapatkan lebih banyak permintaan penawaran dari pelanggan baru

Berdasarkan informasi tersebut, Business Development dapat menyimpulkan bahwa fokus utama klien adalah meningkatkan visibilitas bisnis dan memperoleh lebih banyak prospek melalui kanal digital. Penjualan yang melambat adalah gejala, sementara website yang jarang diperbarui dan ketiadaan strategi digital marketing adalah kemungkinan penyebabnya.

Dengan memahami kebutuhan tersebut, solusi yang ditawarkan akan lebih relevan dibandingkan langsung menawarkan seluruh layanan yang dimiliki perusahaan. Alih-alih menawarkan paket lengkap, penawaran yang lebih tepat akan difokuskan pada revitalisasi website dan strategi konten yang menargetkan calon pembeli B2B yang sedang mencari vendor komponen otomotif secara online.


Simulasi Alur Business Development

Walaupun setiap perusahaan memiliki proses yang berbeda, secara umum alur Business Development akan mengikuti tahapan tersebut. Menentukan Target Market dan Market Research berakar dari pemahaman produk dan pasar di Bab 3. Mencari Leads dan Prospecting menerapkan teknik di Bab 4 dan 5. Discovery Meeting mengandalkan kemampuan komunikasi dari Bab 6. Menyusun Proposal dan Negosiasi menerapkan prinsip presentasi dan negosiasi dari Bab 7 dan 8.

Dalam praktiknya, alur ini jarang berjalan sepenuhnya linear. BD sering perlu kembali ke tahap sebelumnya, misalnya kembali melakukan discovery tambahan setelah proposal awal ternyata belum sepenuhnya menjawab kebutuhan klien.


Checklist Business Development

Sebelum memulai aktivitas Business Development, pastikan beberapa hal berikut telah dipersiapkan:

  • Memahami produk atau layanan yang akan ditawarkan
  • Mengetahui target market yang dituju, termasuk karakteristik khusus industri tersebut
  • Memiliki daftar prospek yang sudah melalui proses kualifikasi awal
  • Menyiapkan company profile yang relevan dengan industri target
  • Menyiapkan template proposal yang bisa disesuaikan dengan cepat
  • Memahami keunggulan perusahaan dibanding kompetitor
  • Menentukan jadwal follow-up yang realistis
  • Mencatat seluruh aktivitas pada CRM atau database

Checklist ini bisa disesuaikan dan diperluas sesuai kebutuhan spesifik masing-masing perusahaan atau industri yang ditangani.


Summary

Business Development merupakan proses yang terstruktur, dimulai dari memahami pasar, mencari peluang, membangun komunikasi, menawarkan solusi, hingga menjaga hubungan jangka panjang dengan pelanggan maupun partner. Melalui studi kasus dan simulasi sederhana ini, peserta dapat melihat bagaimana konsep-konsep yang telah dipelajari pada bab sebelumnya bekerja bersama sebagai satu kesatuan dalam situasi kerja yang nyata.

Tips Business Development

“Success in Business Development comes from consistent action, not one perfect opportunity.” Yang membedakan seorang Business Development yang sukses adalah konsistensi dalam belajar, membangun hubungan, melakukan follow-up, dan terus mencari peluang baru.